Senin, 06 April 2015



1.      Clause (klausa) adalah kalimat yang setidaknya harus mempunyai subjekl dan predikat atau verbs. Clausa ini dibagi menjadi dua yaitu :

·               Dependent clause : jenis klausa yang tidak bisa berdiri sendiri (anak kalimat). Membutuhkan klausa lain untuk membentuk kalimat yang utuh.
·               Independent clause : klausa yang bisa berdiri sendiri (induk kalimat).
Contoh :
You can do the job (independent clause)
When you have time (dependent clause)

2.      Simple Sentence : tipe kalimat yang paling mendasar yaitu hanya terdiri dari satu independent clause.
Contoh : Doni drink a cup of coffee

Compound Sentence : sebuah kalimat yang terdiri dari 2 simple sentence
Contoh : Tata having dream to be a teacher and Toto is dreaming to be a football player.

Complex Sentence : kalimat yang memiliki 2 klausa yaitu klausa independent dan dependent
Contoh : Riko climbed the tree when it was raining

Compound Complex Sentence : kalimat yang dibuat dari sedikitnya 2 klausa independent dan satu atau lebih klausa dependent
Contoh : I bought a handphone which she offered to me last week and surprisingly, I got a 50% discount

3.      Penggunaan bahasa baku/standar dalam sebagai bahasa komunikasi yang resmi
Bahasa baku atau bahasa standar adalah ragam bahasa yang diterima untuk dipakai dalam situasi resmi, seperti dalam perundang-undangan, surat menyurat, dan rapat resmi. Dari arti tersebut menandakan bahwa komunikasi yang bersifat resmi tentu butuh penggunaan bahasa baku. Dalam dunia kerja atau dunia akademik misalnya, seseorang akan terlihat "terdidik" dan "berisi" jika mampu menggunakan bahasa Indonesia baku. Jadi, mari kembali memahami dan belajar mengenai penggunaan bahasa baku yang baik dan benar, yang bisa kita pelajari dengan mudah dengan membaca koran nasional, cerpen, novel/karya sastra Indonesia, atau menonton program berita. Meski untuk memahami pungtuasi/tanda baca, akan lebih efektif jika kita rajin baca koran pagi.
Jika kita punya kemampuan bahasa yang baik, hal itu akan membuat diri kita lebih mudah menganalisis dan menuangkannya ke dalam media teks ataupun dialog? Sebab, jika kita pernah merasa susah mengemukakan pendapat, baik dalam dialog maupun teks, atau merasa susah mengemukakan ide/gagasan, barangkali itu karena kita terlalu rajin memakai penggunaan bahasa nonbaku, dan mengesampingkan penggunaan bahasa yang baik. Pada kesimpulannya, kita akan menemukan betapa kita memang harus menempatkan kapan dan terhadap siapa kita memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar.

4.      I will tell you about my hobbies
Talk about hobbies, each person has a diverse hobby. Sometimes a person can have more than one hobby. Likewise with me, one of my hobbies are listening to music. Music has always been present in my day, yes because music is one of the most important part of life.
Beside listening to music my other hobbies is hanging out with my friends. Density of lectures sometimes makes me tired, therefore I gather with my friends to omit that fatigue and it is becomes pleasure for me. I also do sport, usually every two weeks I play futsal. The reason because sport provides excellent impact on the body. Yaa that’s a little story about the hobby which I often do



Rabu, 21 Januari 2015

Ringkasan Cerita Serdadu Kumbang



Serdadu kumbang merupakan film yang mengangkat kisah dari Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Di desa Mantar itu, ada persahabatan antara 3 laki-laki yaitu Amek,, Umbe dan Acan. Ketiga lelaki kecil ini sering belajar mengaji pada Papin, seorang kakek yang hidup sebagai tokoh agama Desa Mantar. Kebiasaan mereka bertiga yang sering bermain dengan kumbang membuat mereka dijuluki sebagai serdadu kumbang.

Amek adalah salah satu murid SDN 08 yang tidak lulus ujian tahun lalu. Ia adalah bocah yang terlahir dengan celah di bibirnya. Sebetulnya Amek adalah anak yang baik, namun karna tingkah lakunya yang cenderung jahil membuat ia sering dihukum disekolah. Berbanding terbalik dengan Minun kakaknya yang duduk dibangku SMP dan selalu menjadi juara dikelasnya. Minun dan Amek tinggal bersama ibunya, Siti di desa Mantar. Sedangkan ayah Amek yaitu Zakaria sudah 3 tahun bekerja sebagai TKI di Malaysia. 

Di desa Mantar terdapat pohon yang bernama pohon cita-cita. Pohon itu dijuluki sebagai pohon cita-cita karna pohon tersebut memang unik, letaknya yang berada persis dibibir tebing menghadap kelaut lepas, hampir disetiap dahan pohon itu diikat dengan tali yang menjulur kebawah yang diujungnya terdapat botol berwarna-warni yang berisikan kertas bertuliskan nama seseorang dengan cita-citanya.

Dari sekian banyak botol yang bergantungan di pohon cita-cita tersebut hanya Amek lah yang tidak mau menggantungkan botol berisi kertas bertuliskan cita-citanya. Amek takut kalau orang-orang akan menertawakannya. Ia sadar betul, kekurangan yang ia miliki telah menjauhkan dirinya dari cita-citanya. 

Hari terus berlalu hingga saat yang dinantikan Amek pun tiba, sang ayah yaitu Zakaria yang selama ini dirindukan oleh Amek akhirnya pulang. Tapi kedatangan ayah Amek itu justru membawa masalah karena Zakaria menjual jam tangan yang dibelinya dari Malaysia kepada penjual jam di pasar seharga 4 juta rupiah. Ternyata jam yang Zakaria jual adalah jam tangan palsu, sang penjual pun meminta Zakaria untuk mengembalikan uang 4 juta tersebut. Namun Zakaria tidak bisa mengembalikannya karena uang itu telah ia pakai untuk membayar hutang akibatnya si penjual itu membawa pergi Smodeng kuda kesayangan Amek.

Hal ini tentu membuat Amek sangat sedih karna Smodeng merupakan kuda kesayangan Amek dan kuda tersebut sering sekali memberinya piala lomba balap kuda. Merasa kasihan melihat sang adik yang terus menerus sedih, Minun kakak Amek pun rela menggunakan uang tabungannya untuk menebus Smodeng. Uang tabungan itu rencananya digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA. Tapi Minun rela mengorbankannya demi sang adik tersayang.

Amek sangatlah gembira mengetahui sang kakak menebus Smodeng. Namun ada lagi masalah yang akan dihadapi Amek yaitu ujian nasional yang sudah dekat. Para guru SD pun melakukan upaya agar murid-muridnya bisa lulus ujian. Akhirnya diadakanlah pelajaran tambahan kepada siswa-siswi kelas 6 SD di Desa Mantar. Sayangnya pelajaran tambahan yang dilakukan di SD dan di SMP Desa Mantar mendapat respon yang berbeda. Anak-anak kelas 3 SMP di desa Mantar jarang ada yang mengikuti pelajaran tambahan. Bahkan sang orang tua murid pun lebih memilih membawa anaknya ke paranormal agar berhasil saat ujian nasional.

Akhirnya ujian nasional pun telah berlalu dan hasilnya pun telah diumumkan. Ada kejadian yang mengejutkan dimana semua anak kelas 3 SMP di Desa Mantar termasuk Minun tidak lulus ujian nasional. Hal ini membuat Minun sangat terpukul karena ia selalu menjadi juara di kelasnya. Rasa kecewa yang dirasakan Mintun ia lampiaskan dengan cara memanjat pohon cita-cita untuk mengambil kembali botol berisi kertas yang bertuliskan cita-cita yang dulu ia gantungkan. Namun tragis, Minun terjatuh dari pohon cita-cita dan meninggal dunia.

Dengan kematian sang kakak, Amek tentu saja sangat sedih. Namun ada hal yang bisa menghibur Amek yaitu hasil ujian nasional SD yang diumumkan menyatakan bahwa semua siswa-siswi kelas 6 SD di Desa Mantar lulus termasuk Amek, ditambah lagi dengan adanya perlombaan yang akan diselenggarakan. Tidak sampai disitu saja, Bu Guru Imbok dengan dibantu Ketut yaitu sang pendatang yang pernah ditolong oleh Amek ketika motornya mogok, bisa mengusahakan penyembuhan bibir sumbing Amek dengan operasi.

Beberapa bulan kemudian, bibir Amek sudah normal seperti anak-anak yang lainnya. Amek dan semua teman-teman sekolah beserta gurunya merayakan keberhasilan mereka di ujian nasional dengan melepaskan kumbang-kumbang yang digantungi kertas bertuliskan cita-cita mereka. Amek yang dulunya merahasiakan cita-citanya kini pun terbuka, ternyata cita-citanya ialah menjadi seorang penyiar berita di televise. Dahulu ia takut ditertawakan oleh temannya tentang cita-citanya sendiri. Namun setelah operasi itu dilakukan Amek pun tidak malu lagi untuk menuliskan cita-citanya

Unsur budaya yang terkandung dalam film ini :
Melihat dari synopsis diatas menggambarkan adanya unsur budaya dalam film tersebut. Diantaranya permainan berburu kumbang, lalu memotong bisanya dengan kuku kemudian mengikat si kumbang dengan benang untuk diterbangkan, adalah kegemaran khas anak Sumbawa yang masih dimainkan hingga kini. Terkadang, kumbang tersebut terbang dengan membawa sepotong pesan, tradisi pacuan kuda.

Selasa, 25 November 2014

Manusia dan Keindahan


Keindahan merupakan suatu konsep abstrak yang harus dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya untuk dapat dinikmati. Keindahan juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat dilihat, dinikmati dan dirasa atau kesatuan hubungan yang terdapat pada penerapan-penerapan inderawi kita (beauty is unity of formal relations of our sense perceptions) serta memberikan rasa senang terhadap si pengamat. Keindahan menyangkut kualita hakiki dari segala benda yang mengandung kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetri), keseimbangan (balance), dan pertentangan (contrast). Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Manusia dan keindahan merupakan suatu kesatuan yang saling berikatan. Secara hakikat manusia membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Manusia diberikan keindahan yang sangat luar biasa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, manusia diharapkan untuk selalu menjaga keindahan-keindahan yang dimilikinya bahkan menciptakan keindahan yang dapat berguna serta dinikmati oleh orang lain.

Minggu, 12 Oktober 2014

Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial


A.    Manusia sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata yaitu “in” dan “divided”. Dalam bahsa inggris ‘in’ salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya terbagi. Jadi individu ialah suatu kesatuan yang tidak dapat terbagi.
Adapun dalam bahasa latin individu berasal dari kata individum yang berarti tidak terbagi. Jadi dapat dikatakan individu merupakan satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu kerap diartikan sebagai “manusia perorangan” sehingga sering digunakan sebagai sebutan “orang-seorang”.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan individu apabila unsur-unsur tersebut menjadi satu dalam dirinya Apabila unsur tersebut tidak menyatu maka seseorang tidak dapat dikatakan sebagai individu.
Sebagai makhluk individu manusia memiliki kepribadian yang unik. Dia memiliki penampilan fisik, kemampuan, kebutuhan, perasaan, dan sikap yang berbeda dengan sesamanya. Keunikan ini dapat dilihat ketika seseorang beraksi terhadap situasi ataupun kondisi dalam hidupnya.
Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, dimana tiap orang memiliki perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran, sifat, dan lain lain. Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama.
Ciri seorang individu dapat juga dikenali lewat ciri fisik dan biologisnya. Lewat ciri fisiklah dimana seseorang dapat mudah dikenali, dari bentuk wajahnya, warna kulit, bentuk badan, dll. Kalau dilihat dari sifat atau karakter, ada orang yang egois, sabar, pendiam, cerewet, dll.
Contoh Kasus :
Orang yang biasa hidup di pedesaan berbeda dengan orang sudah lama menetap di perkotaan. Orang pedesaan umumnya biasa hidup sederhana, memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi, gotong royong antar sesama dan sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan. Berbeda dengan orang perkotaan yang biasanya memiliki rasa kekeluargaan yang rendah, cenderung melakukan apa apa sendiri, dsb.

B.     Manusia sebagai Makhluk Sosisal
Manusia pada kodratnya adalah makhluk sosial atau makhluk yang bermasyarakat. Selama ia hidup ia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat baik di tempat ia tinggal, di tempat kerjanya atau disekolah. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai makhluk sosisal, yaitu makhluk yang didalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari orang lain.
Hidup bermasyarakat merupakan cara memfungsikan budaya dengan berinteraksi secara teratur antara sesamanya, sehingga kepentingan bersama dapat terpenuhi secara wajar dan sempurna.
Menurut Ellwood, ada beberapa faktor yang mendorong manusia untuk hidup bersama atau bermasyarakat :
1.      Dorongan untuk mencari makan, penyelenggaraan untuk mencari makanan itu lebih mudah dilakukan dengan bekerjasama.
2.      Dorongan untuk mempertahankan diri, terutama pada keadaan primitif. Dorongan ini merupakan cambuk untuk kerjasama
3.      Dorongan untuk melangsungkan jenis
Manusia sebagai makhluk sosial manapun tersusun dalam kelompok-kelompok. Fakta ini menunjukkan manusia mempunyai sosial akan pembawaan kemasyarakatan seperti hasrat bergaul dan sebagainya.
Karena manusia itu makhluk sosial yang mengharuskannya hidup bermasyarakat maka corak pikiran, perasaan, dan perbuatan yang tidak sama atau tidak seragam akan menghasilkan penilaian dan nilai-nilai tersebut disatu sisi bermanfaat dan menguntungkan, sedangkan dilain sisi tidak bermanfaat dan merugikan kehidupan bersama. Corak pikiran, perasaan, dan perbuatan yang bermanfaat sifatnya manusiawi. Sedangkan yang tidak bermanfaat, merugikan bagi kehidupan bermasyarakat sifatnya tidak manusiawi.
Contoh kasus :
Manusia dikatakan makhluk sosisal karena ia takkan bisa hidup sebagai manusia apabila tidak berada di tengah-tengah masyarakat. Contohnya ketika seorang bayi terlahir didunia ini ia memerlukan orang lain yang membantunya untuk memenuhi kebutuhannya seperti makanan, pakaian, dll. Tanpa pertolongan manusia ia takkan bisa bertahan hidup.

Referensi :
Muhammad, Abdulkadir. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti
Ahmadi, Abu. 1991. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta
 Maryati, Kun., Suryawati, Juju. 2001. Sosiologi. Jakarta: Esis